Senin, 02 Februari 2015

Mematung?


Mematung?
Surabaya, 02.09/ 03.02.2015
If_khebi


Mengeja kata yang didengar pada suara maya

Membayang pujaan dalam lamunan

Hanya merejam tak mampu ungkapkan

Gerangan,  dalam kenangan aku merindukan

Pun Geregetan yang menjalar semakin tak mampu tuk dikendalikan

Tindakan memalukan berujung hinaan

Ehmm....kasihan!

Pada diri-diri kesepian dalam kesendirian.




JUDULNYA APA ?



Judulnya Apa ?

Tangis itu menghanyut dalam ingatan
Menenggelamkan segala angan terpendam
Mematung diam, semua kegiatan
Kematian yang memburu
Kecelakaan yang mengintai
Awan gelap senantiasa membuntut
Tangis menyadarkan, Bahwa sang waktu siap datang
Menjemput kematian
Tanpa pandang.

Sragen, 20 januari 2015/10.47
If_khebi

AH...Dasar!

                Dasar perasaan kalo sudah berrperasaan mainnya jadi perrasaan. katanya jangan percaya kepada orang melebihi percaya pada diri sendiri. benar juga, tetapi ada juga yang berkata "jika kamu sudah memberikan kepercayaan pada seseorang maka percayalah, orang yang kamu beri kepercayaan juga akan menjaga kepercayaanya. bicara percaya dan kepercayaan tak semudah menghafal alfabet dari A - Z, dalam pengaplikasiannya pun jauh tak semudah menggigit jemari.

BUKAN SALAH

                       Bisa jadi pribadi sendiri yang salah, bukan keadaan atau pun masalah yang menyapa. tetapi, pribadi yang disapa ramah oleh masalah itu yang bermasalah. kurang bisa menempatkan diri atau kurangnya rasa berterima atas kenyataan.
           Hanya asik dengan dunianya sendiri, mungkin iya.  menikmati suasana tanpa ada apa yang dirasa cukup megganggunya untuk tetap merasa bahagia. Semacam yang seharusnya tidak menenpati tempatnya untuk tampak. tetapi justru ia malah menampakan dirinya yang bukan dalam tempatnya. serakah, gak tahu tempat, atau hanya numpang tampak (eksis) atau memang, ya.....semacam hobi yang sudah mengakar pada diri, tak bisa berubah untuk bisa lebih menjadi. menjadi apa yang seharusnya terjadi.
                    Perasaan terasingkan oleh keadaaan, kenapa harus ada? hanya perasaan yang dirasakan oleh seorang pribadi sendiri ataukah, ataukah, ataukah......sudahlah jadi kebanyakan "atau" malah bingung hehe.
               

Senin, 08 Desember 2014

Yang kasat mata






Kalau benar tidak ada cinta ataupun rasa kenapa harus memandang dengan pandangan yang menunjukan rasa itu ada. Jika kamu merasa tidak tau diri kepadaku, bagaimana dengan aku yang diam-diam memerhatikanmu dengan sengaja dan mengintipmu setiap pagi dari jendela kamarku. Mencuri  hatimu itu keinginanku, tetapi ternyata aku belum mampu. Aku hanya mampu mencuri-curi pandang. Keberanianku untuk bisa menyapamu ternyata tidak seberani aku menuliskan kata-kata romantis ini tentangmu.
“haha...haha...ha.....”
Kelakar yang membuat mulut ternganga reflek kata yang terucap seketika menjalar otak  dengan tidak berpikir panjang, renyah ketawa tergelar dari seberang. Tangan melambai dari dalam bus yang berlalu pun tak mampu memecah  tawa segerombolan pemuda yang berdiri ditepi jalan. Padahal didalam bus terdapat mahkluk  yang sangat berharap atas kesinggahan mereka untuk naik. Didepan, diujung  jalan terlihat jelas siluet wanita yang menggendong bayi sambil mendedah sebuah koper didepannya.
 Mentari yang mulai lelah dengan hari, meminta senja untuk segera hadir mengganti. Segerombolan pemuda itu masih saja berdiri ditepi jalan masih dengan gelak tawa yang semakin menada tidak beritme. Bus-bus berlalu dengan warna dan ukuran yang berbeda silih berganti. Siluet itu masih tergambar jelas, sesekali tergambar tangan menyapu muka sang bayi mengayun-ayunkan gendongan. Disana, dibawah rembulan yang masih sayu bersandar pada sebuah tiang tepi jalan.  Sosok pahlawan hidup (mungkin) pahlawan bagi dirinya ataupun pahlawan untuk orang lain.
Bulan semakin meninggi, sosok itu tak ubahnya untuk pergi. Segerombolan pemuda tepi jalan mulai berhambur dengan pecah tawa yang perlahan menyunyikan tempat itu. Bus-bus sudah tak lagi berlalu lalang. Wanita itu berdiri, tatkala segerombolan pemuda pergi dan tidak ada lagi bus yang berlalu.
Bulan tinggal sealis, kini tak ada lagi segerombolan pemuda tepi jalan, tak ada lagi bus yang berlalu dan tak ada lagi sosok siluet wanita diujung jalan. Sepi, benar-benar tenang tinggal aku sosok transparan yang tak tembus pandang.


If. khebi

Senin, 13 Oktober 2014

AKU BANGGA KARENA KAMU TULUS MENCINTAIKU, BAHAGIA.

“AKU BANGGA KARENA KAMU TULUS MENCINTAIKU, BAHAGIA”


Aku suka cara kamu menatap yang penuh  tersirat cinta.
Aku suka caramu yang memantik  rasa  jengkel
Aku suka caramu
Aku suka
Aku.

Bangga Menjadi aktris utama dalam permainan kasihmu
Bangga menjadi aktris dalam permainan
Bangga menjadi aktris utama dalam
Bangga menjadi aktris utama
Bangga menjadi aktris
Bangga menjadi
Bangga.

Karena kau sukses memporak porandakan perasaan
Karena kau sukses memporak porandakan
Karena kau sukses memporak
Karena kau sukses
Karena kau
Karena.

Kamu sangat mencintaiku dan dia sangat mencintaimu
Kamu sangat mencintaiku dan dia sangat
Kamu sangat mencintaiku dan dia
Kamu sangat mencintaiku
Kamu sangat
Kamu.

Tulus memberi walaupun tak pernah diberi
Tulus memberi walaupun tak
Tulus memberi walaupun
Tulus memberi
Tulus.

Mencintaiku menjadi pilihan terakhirmu
Mencintaiku menjadi pilihan
Mencintaiku menjadi
Mencintaiku.

Bahagia terasakan dan didengar olehku
Bahagia terasakan dan didengar
Bahagia terasakan dan
Bahagia terasakan
Bahagia.



Ifs/ 16.01/12.10.2014/kos