Terlalu berharga ketika harus menjatuhkan air mata. terlalu hina untuk menyebutmu kawan. tindakan yang berbicara cukup membuat mengerti dengan jarak yang sebenarnya tidak pernah ada diantara kita. hanya saja
mawar biru itu menyebarkan aroma wanginya, seolah merasa menatap pada langit yang sama pada hari yang sama pula. menanti mawar hitam yang harapnya mampu membuat hari menjadi kelam. seperti komputer yang meminta untuk diupgrade, otak, mata, kaki, tangan, tingkahnya telah membuat ingin mati sejenak bangun dengan nuansa baru yang harapnya menjadi lebih kelam sekalian atau tumbuh baru dengan warna baru.
"rembulan jatuh dikacamatanya malam ini"
memancar pendar yang membuat bergetar, sesaat gemetar bak halilintar
hanya menanti
Pengagum bulan, pribadi simple :) berbeda itu unik, meski aneh tapi itulah yang namanya berkarakter. Mempunyai ciri khas tanpa batas, penuh kreativitas. :) aku, kamu, kita semua sama. Sama-sama belajar sama-sama memulai. Kenapa menjadi PENIRU kalau menjadi PENEMU kita toh...mampu. semangat belajar memulaiiii..... PENEMU tak akan pernah berhenti untuk terus menemukan. PENEMU tak akan pernah berhenti untuk selalu melakuakan PENGAMATAN. pengamat#penemu#bulan
Tampilkan postingan dengan label sebutnya.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sebutnya.. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 November 2015
Langganan:
Postingan (Atom)